Makassar – Unit Kepegawaian dan SDM Aparatur UIN Alauddin Makassar kembali mencatat capaian positif melalui hasil Survei Kepuasan Layanan Kepegawaian Tahun 2025. Survei yang dilaksanakan pada akhir tahun melalui kanal Portal E-Kinerja Pegawai dan Dosen UIN Alauddin Makassar tersebut menunjukkan tingkat kepuasan pengguna layanan berada pada kategori "Sangat Puas", dengan capaian rata-rata indikator berkisar antara 86 hingga 87 persen.
Hasil ini merefleksikan keberhasilan organisasi dalam mengaktualisasikan prinsip-prinsip good governance, khususnya pada aspek transparansi, akuntabilitas, dan responsivitas pelayanan publik. Konsistensi capaian pada seluruh indikator menjadi bukti empiris bahwa berbagai upaya reformasi birokrasi internal serta penguatan budaya service excellence telah berjalan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi para pegawai dan dosen sebagai pengguna layanan.
Pelaksanaan survei dilakukan secara daring melalui Portal E-Kinerja sebagai bagian dari komitmen institusi dalam membangun mekanisme evaluasi layanan yang partisipatif, objektif, dan berbasis data. Responden memberikan penilaian terhadap berbagai aspek layanan kepegawaian, mulai dari kecepatan pelayanan, ketepatan administrasi, kemudahan akses informasi, kompetensi petugas, hingga kualitas komunikasi dan pendampingan yang diberikan.
Ketua Tim Kepegawaian dan SDM Aparatur UIN Alauddin Makassar, Dr. Mutmainnah Asmawaty, S.Ag., M.SI., menegaskan bahwa capaian tersebut patut disyukuri, namun tidak boleh dimaknai sebagai akhir dari proses peningkatan kualitas layanan.
"Angka kepuasan yang tinggi tentu menjadi energi positif bagi seluruh tim. Namun bagi kami, hasil ini bukan sekadar pencapaian statistik, melainkan cerminan kepercayaan yang diberikan oleh para pegawai dan dosen kepada unit kepegawaian. Kepercayaan tersebut harus dijaga melalui kerja yang konsisten, profesional, dan terus berkembang mengikuti kebutuhan organisasi," ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Mutmainnah menjelaskan bahwa tantangan pelayanan kepegawaian saat ini semakin kompleks seiring dengan tuntutan transformasi digital dan ekspektasi pengguna layanan yang semakin tinggi. Oleh karena itu, hasil survei ini akan dijadikan sebagai dasar untuk merancang langkah-langkah perbaikan yang lebih terukur dan berkelanjutan.
"Kami tidak ingin berada pada zona nyaman karena memperoleh kategori sangat puas. Justru capaian ini menjadi standar baru yang harus kami lampaui. Ke depan, fokus kami adalah memperkuat digitalisasi pengarsipan kepegawaian, mengintegrasikan layanan berbasis self-service platform, serta memastikan setiap proses administrasi dapat diakses secara lebih cepat, transparan, dan akurat. Pelayanan kepegawaian harus mampu bertransformasi dari sekadar layanan administratif menjadi layanan strategis yang mendukung pengembangan karier dan kinerja sumber daya manusia di lingkungan universitas," tambahnya.
Menurutnya, kualitas pelayanan yang unggul tidak hanya ditentukan oleh sistem yang baik, tetapi juga oleh kompetensi sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, peningkatan kapasitas aparatur, penguatan budaya kerja kolaboratif, dan ketelitian administratif akan tetap menjadi prioritas utama dalam pengembangan layanan kepegawaian.
Berdasarkan hasil analisis survei, sejumlah rekomendasi strategis juga telah dirumuskan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan. Rekomendasi tersebut antara lain penguatan integrasi sistem informasi kepegawaian, penyederhanaan alur layanan, optimalisasi kanal informasi digital, serta pengembangan fitur layanan mandiri yang memungkinkan pengguna memperoleh informasi dan mengakses layanan secara lebih efisien.
Dengan capaian yang diraih pada tahun 2025 ini, Unit Kepegawaian dan SDM Aparatur UIN Alauddin Makassar optimistis dapat mempertahankan tingkat kepercayaan pengguna layanan sekaligus terus mendorong terwujudnya ekosistem birokrasi yang modern, adaptif, dan berkelanjutan. Komitmen terhadap peningkatan kualitas pelayanan akan terus menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola universitas yang profesional dan berorientasi pada kepuasan sivitas akademika.