MAKASSAR — Tim Kerja Fungsi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Alauddin Makassar menggelar kegiatan Pembinaan Karier Dosen Rumpun Ilmu Agama Lingkup UIN Alauddin Makassar, Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Sultan Alauddin Hotel & Convention, Tamalate, Makassar ini dimulai pukul 13.30 WITA hingga selesai.

Diisiasi oleh kolaborasi Bidang II (Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan) dan Bidang IV (Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga), agenda strategis ini dihadiri oleh sekitar 90 dosen fungsional Lektor Kepala di lingkungan rumpun ilmu agama UIN Alauddin Makassar.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan panduan teknis mengenai pemenuhan angka kredit, persyaratan khusus, persyaratan tambahan, serta kelengkapan dokumen dalam pengusulan kenaikan jabatan akademik Periode I Tahun 2026 Kementerian Agama, meskipun Petunjuk Teknis (Juknis) Rumpun Agama saat ini masih dalam proses penyesuaian. Langkah terarah ini menjadi komitmen kampus dalam memicu percepatan kenaikan jabatan akademik dosen hingga jenjang Guru Besar guna mendongkrak daya saing lembaga.

"Pemaparan Materi oleh Prof. H. Abd. Mujib, M.Si."

Komitmen Layanan dan Budaya Akademik Berdampak

Wakil Rektor II Bidang AUPK UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Andi Aderus, Lc., M.A., dalam sambutan pembukanya menegaskan bahwa kenaikan jabatan akademik merupakan wujud pengakuan atas integritas dan kontribusi nyata, bukan sekadar urusan formalitas administrasi.

"Mari kita jadikan kenaikan jabatan akademik bukan sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai bagian dari perjalanan untuk terus berkarya, mengembangkan ilmu, membangun peradaban, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan UIN Alauddin Makassar," tegas Prof. Andi Aderus dalam pesan penutup sambutannya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya persiapan yang matang agar pengusulan berkas berjalan lancar tanpa tergesa-gesa, sekaligus membangun sinergi yang kokoh antara dosen dan tim kepegawaian.

Progresivitas Riset dan Kesiapan Teknis Administrasi

Hadir sebagai narasumber utama, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. H. Abd. Mujib, M.Si., menekankan bahwa esensi karier seorang akademisi terletak pada progresivitas karya keilmuannya.

"Pengembangan karier dosen berkaitan erat dengan bagaimana karya-karya keilmuan tersebut dapat dipublikasikan dan memberikan dampak luas, baik bagi pengembangan disiplin ilmu maupun bagi kemajuan kehidupan masyarakat," jelas Prof. Abd. Mujib.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Tim SDM Aparatur UIN Alauddin Makassar, Dr. Hj. Mutmainnah Asmawaty, S.Ag., M.Si., menyampaikan komitmen tim kepegawaian dalam mengawal proses pembinaan ini secara berkelanjutan.

"Kami di Tim Kerja SDM Aparatur berkomitmen penuh menghadirkan layanan pendampingan yang transparan, proaktif, dan akuntabel. Pembinaan ini dirancang untuk memastikan setiap dosen memiliki peta jalan (roadmap) karier yang jelas, sehingga target penambahan Guru Besar dan Lektor Kepala di UIN Alauddin dapat tercapai secara konsisten," ujar Dr. Mutmainnah.

Sementara itu, dari sisi teknis tata kelola berkas, Analis SDM Aparatur Ahli Muda UIN Alauddin Makassar, Rudianto, S.Pd., M.Pd., mengingatkan pentingnya ketelitian administrasi dan pencatatan portofolio akademik sejak dini.

"Meskipun Juknis spesifik rumpun agama masih diproses, kesiapan awal dokumen portofolio, seperti rekapitulasi Tridharma, bukti karya ilmiah bereputasi, hingga pemenuhan syarat khusus, sangat menentukan. Kami siap mendampingi para dosen melakukan verifikasi awal agar saat sistem pengusulan dibuka, seluruh kelengkapan dapat langsung diunggah tanpa kendala teknis," terang Rudianto.

Melalui kegiatan pembinaan ini, UIN Alauddin Makassar optimistis mampu melahirkan sinergi yang makin kuat antara pengelola kepegawaian dan para dosen, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem akademik yang produktif, bereputasi, dan berdaya saing global.