MAKASSAR — Ketua Tim SDM dan Aparatur Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Alauddin Makassar, Dr. Hj. Mutmainnah Asmawaty, S.Ag., M.Si., didaulat menjadi Ketua Panitia Pelaksana tingkat nasional dalam agenda strategis Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Berada di garda terdepan kepanitiaan, Dr. Hj. Mutmainnah Asmawaty secara resmi menyampaikan Laporan Ketua Panitia pada forum pembukaan kegiatan "Konsinyering Persiapan Implementasi Interkoneksi SIMPEG 5 dan Aplikasi Gaji Berbasis Web" yang diselenggarakan secara hybrid selama empat hari, mulai tanggal 9 hingga 12 Juli 2026, bertempat di MaxOne Hotel, Jalan Taman Makam Pahlawan Nomor 5, Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
Laporan kepanitiaan yang sarat akan nilai birokrasi modern tersebut dipaparkan secara langsung di hadapan Rektor UIN Alauddin Makassar yang diwakili oleh Kepala Biro AUPK, H. Anwar Abubakar, M.Ag. Forum pembukaan berskala besar ini juga dihadiri secara terhormat oleh para pejabat teras Sekretariat Jenderal Kemenag RI, di antaranya Kepala Biro Keuangan dan BMN, Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd., M.Ec.Dev., CRMP; Kepala Biro SDM, Dr. H. Muhammad Zain, M.Ag., yang tersambung melalui ruang virtual Zoom; Ketua Tim Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Madya Biro Hukum dan KLN, Saan, S.H., M.H.; serta Statistisi Ahli Pertama Biro Perencanaan dan Anggaran, Dony Wendry Nainggolan, S.Pd. Sinergi lintas sektoral ini semakin kuat dengan hadirnya Tim Pendamping dari lima biro strategis Setjen Kemenag RI (Biro Keuangan & BMN, Biro SDM, Biro Perencanaan & Anggaran, Biro Hukum & KLN, serta Biro Humas & KP) beserta narasumber ahli dari Direktorat Sistem Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI dan KPPN Makassar II.
Dalam penyampaian laporan teknisnya, Dr. Hj. Mutmainnah Asmawaty menguraikan latar belakang mendasar di balik inisiasi forum ini, yang disebutnya sebagai respons akseleratif terhadap cetak biru reformasi birokrasi dan transformasi digital nasional, khususnya terkait pemenuhan asas integrasi data kepegawaian dan data keuangan. Sebagai instansi vertikal dengan jumlah Satker dan aparatur yang sangat masif, Kementerian Agama dinilai memerlukan sebuah lompatan teknologi guna meruntuhkan fragmentasi informasi. Interkoneksi sistem informasi kepegawaian (SIMPEG) secara gate-to-gate dengan Automatic Gateway (AGW) Kementerian Keuangan diposisikan sebagai instrumen strategis untuk memitigasi risiko akurasi belanja pegawai sekaligus menjamin kepatuhan fiskal yang absolut. Melalui konsinyering ini, parameter teknis disinkronisasikan dan instrumen implementatif disusun secara matang sebelum sistem digital ini resmi diberlakukan penuh secara nasional.
Lebih lanjut, di hadapan perwakilan 46 Satker yang hadi, mencakup seluruh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat keagamaan, Ditjen Pendidikan Islam, Kanwil Kemenag dan PTKN wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, jajaran Balai Diklat, Litbang Agama, Sekretariat BAZNAS, Badan Moderasi Beragama, hingga delegasi UIN Syech Wasil Kediri serta UIN Mataram, Ketua Panitia menegaskan tujuan utama kegiatan. Forum ini dirancang secara komprehensif untuk menyamakan persepsi dan parameter regulasi antar-Satker, memetakan potensi kendala serta solusi dalam proses migrasi atau sinkronisasi data operasional, hingga menghasilkan peta jalan (roadmap) persiapan implementasi yang aplikatif, aman, serta akuntabel guna mewujudkan good governance.
Sebagai penutup laporan, Dr. Hj. Mutmainnah Asmawaty menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Rektor UIN Alauddin Makassar atas dukungan institusionalnya yang luar biasa, kepada Kementerian Keuangan atas sinergi lintas sektoral yang kokoh, serta kepada jajaran mentor dari Setjen Kemenag RI dan Kanwil Kemenag percontohan (DIY, Jawa Timur, Maluku, dan Papua Barat). Ia juga menyampaikan terima kasih mendalam kepada seluruh rekan panitia yang telah mendedikasikan kinerjanya, sembari menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam pelayanan, penyediaan fasilitas, maupun teknis pelaksanaan kegiatan selama empat hari tersebut masih terdapat hal-hal yang kurang berkenan di hati para peserta dan tamu undangan.