Makassar – Sebanyak 89 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Mei 2026. Momentum tersebut menjadi awal pengabdian baru bagi para aparatur sipil negara di lingkungan UIN Alauddin Makassar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan, serta perekat persatuan bangsa.

Dalam arahannya kepada para PNS yang baru dilantik, Ketua Tim Kepegawaian/Sumber Daya Manusia Aparatur UIN Alauddin Makassar, Dr. Mutmainnah Asmawaty, S.Ag., M.Si., menekankan pentingnya menjaga disiplin ASN serta mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Menurutnya, status sebagai PNS bukan sekadar perubahan administratif, melainkan amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh integritas, loyalitas, dan tanggung jawab moral terhadap institusi dan masyarakat.

“Menjadi ASN berarti siap menjaga kedisiplinan, etika birokrasi, serta menunjukkan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas. Disiplin tidak hanya dimaknai dari aspek kehadiran, tetapi juga ketepatan kerja, kepatuhan terhadap aturan, komitmen terhadap pelayanan, dan kemampuan menjaga marwah institusi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh ASN baru senantiasa menjadikan Core Values ASN BerAKHLAK sebagai landasan budaya kerja di lingkungan kampus. Nilai Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif dinilai harus tercermin dalam pola pikir maupun pola kerja seluruh pegawai.

“ASN UIN Alauddin Makassar harus mampu menjadi teladan dalam pelayanan, memiliki integritas, terus meningkatkan kompetensi, serta mampu membangun kolaborasi yang sehat demi kemajuan institusi. Nilai BerAKHLAK bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi budaya kerja yang hidup dalam keseharian,” tegasnya.

Selain itu, Dr. Mutmainnah Asmawaty juga mengajak para ASN baru untuk mendukung implementasi nilai-nilai Pancacita Rektor UIN Alauddin Makassar sebagai arah pengembangan institusi, baik pada bidang akademik maupun nonakademik.

Ia menjelaskan bahwa penguatan program studi yang andal, moderasi beragama yang mengakar, jejaring yang kuat, publikasi yang aktif, serta data yang terintegrasi membutuhkan dukungan seluruh sumber daya manusia aparatur yang profesional dan berintegritas. Demikian pula pada aspek nonakademik, ASN dituntut mampu menjaga lingkungan kampus yang asri, melestarikan tradisi yang baik, mendukung produktivitas institusi, meningkatkan kesejahteraan bersama, dan turut menciptakan alumni yang kompetitif.

“Seluruh ASN harus menjadi bagian dari penguatan visi besar universitas. Kita tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga berkontribusi dalam membangun peradaban akademik dan tata kelola perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman,” lanjutnya.

Ia berharap para PNS yang baru dilantik dapat menjaga semangat pengabdian serta terus beradaptasi dengan dinamika birokrasi dan transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi keagamaan negeri.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum penguatan komitmen ASN UIN Alauddin Makassar dalam mendukung visi universitas sebagai pusat pencerahan dan transformasi ipteks berbasis peradaban Islam serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan pendidikan tinggi di Indonesia.