MAKASSAR — Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dalam bidang pengembangan sumber daya manusia akademik. Sebanyak 11 dosen terbaik UIN Alauddin Makassar menghadiri langsung prosesi penyerahan Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Penetapan Guru Besar yang diserahkan langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. Upacara khidmat ini berlangsung pada hari Senin, 13 Juli 2026, bertempat di Gedung Kementerian Agama RI, Jakarta. Kehadiran para akademisi terbaik kampus peradaban ini di ibu kota menjadi bukti nyata komitmen akselerasi mutu pendidikan tinggi keagamaan yang terus digenjot oleh UIN Alauddin Makassar.
Analis Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Ahli Muda Tim SDM Aparatur Biro AUPK UIN Alauddin Makassar, Rudianto, S.Pd., M.Pd., yang akrab disapa Pak Rudi, dalam keterangannya menyampaikan nada optimisme dan reformis terkait pencapaian ini. Beliau menuturkan bahwa sepanjang periode Januari hingga Juli tahun 2026, UIN Alauddin Makassar telah melahirkan sebanyak 13 guru besar baru yang resmi menyandang gelar akademik tertinggi tersebut. Dari total 13 orang tersebut, sebanyak 11 orang merupakan guru besar bidang keagamaan yang menerima KMA secara langsung dari Menteri Agama pada hari Senin kemarin, sementara 2 orang lainnya adalah guru besar bidang ilmu umum yang keputusan penetapannya telah diserahkan beberapa waktu lalu. Lebih lanjut, Pak Rudi menjabarkan bahwa dari total 119 guru besar se-Indonesia yang menerima KMA pada hari Senin lalu—yang terdiri atas 113 akademisi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) serta enam guru besar dari Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu dan Kristen—UIN Alauddin Makassar mencatatkan diri sebagai perguruan tinggi pengirim utusan terbanyak dengan 11 orang peserta. Pencapaian fantastis ini sekaligus menggenapkan jumlah guru besar yang dimiliki UIN Alauddin Makassar menjadi tepat 120 orang per Juli 2026.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Tim SDM Aparatur UIN Alauddin Makassar, Dr. Hj. Mutmainnah Asmawaty, S.Ag., M.Si., saat dikonfirmasi langsung memberikan pandangan akademisnya yang mendalam dan menyentuh. Beliau menegaskan bahwa pencapaian luar biasa ini merupakan buah manis dari kegigihan, ketulusan, serta konsistensi para dosen dalam mendedikasikan diri pada dunia akademik, khususnya dalam mengimplementasikan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi secara utuh. Menurutnya, keberhasilan para sejawat akademik meraih puncak tertinggi jabatan fungsional dosen ini bukanlah perkara instan, melainkan sebuah proses panjang yang menuntut ketekunan, integritas, dan pengorbanan intelektual yang luar biasa. Dr. Hj. Mutmainnah juga mengingatkan bahwa pencapaian ini bukanlah garis akhir dari sebuah perjalanan pengabdian keilmuan, melainkan pintu gerbang utama menuju langkah kehormatan pengabdian yang jauh lebih besar bagi masyarakat, bangsa, dan dunia pendidikan global.
Kepala Biro AUPK UIN Alauddin Makassar, H. Anwar Abubakar, S.Ag., M.Pd.I., turut menyatakan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian mengagumkan ini. Sosok pimpinan yang dikenal humanis ini menekankan bahwa pencapaian historis ini tidak terlepas dari peran krusial dan kerja keras di balik layar dari rekan-rekan Tim SDM Aparatur. Beliau secara khusus mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Dr. Hj. Mutmainnah Asmawaty, S.Ag., M.Si., Rudianto, S.Pd., M.Pd., beserta seluruh jajaran staf administrasi kepegawaian yang telah mendampingi para dosen secara aktif, tanggap, dan teliti dari sisi teknis-administratif hingga seluruh berkas usulan sukses tervalidasi. Atas nama keluarga besar Biro AUPK UIN Alauddin Makassar, beliau menghaturkan selamat dan sukses yang setinggi-tingginya kepada para guru besar baru yang telah menerima KMA langsung dari Menteri Agama RI, seraya berharap energi positif ini mampu memperkuat daya tawar akademik UIN Alauddin Makassar di kancah nasional maupun internasional.